Astralis dapat hadiah natal terbaik tahun ini

Astralis dapat hadiah natal terbaik tahun ini

source: ESL

Lagi-lagi Astralis dan Team Liquid bertemu di babak grand final yang mana kali ini adalah puncak pada ESL Pro League Season 8 dan turnamen terbesar terakhir tahun ini.

Dengan format Bo5 membuat ban sangat penting di map veto dimana kali ini Team Liquid tidak berani lagi menantang Astralis di Nuke yang sebaliknya Astralis respon pilih Train yang secara kertas Liquid cukup lemah disini.

Seperti pertanda saja dimana Astralis selalu gagal ketika bermain di negaranya sendiri dan langsung terjadi di Train dengan Liquid yang terus menerus lebih baik dari Astralis meski tidak benar-benar buruk tapi skor 16-8 menjadikan prospek suram untuk Astralis.

 

Map kedua yang menjadi pilihan Liquid yang tidak lain adalah Mirage tapi Astralis terakhir kali masih berhasil menang disini atas Liquid meski selalu berakhir tipis, Liquid yang menjadi CT benar-benar bertahan dengan kokoh dan Astralis masih defisit tiga ronde yang tentunya masih ada harapan.

Tidak pakai lama Astralis langsung comeback besar begitu berganti sisi dengan Liquid yang kenyang dengan eco round dan hanya kebagian dua ronde yang menjadikan match semakin panas.

 

Rasanya kenyang melihat kedua tim ini bertarung di Inferno yang kali ini Astralis duluan yang menyerang dan melakukan tugasnya dengan baik membuat paruh kedua sebagai CT lebih ringan dimana Liquid bermain cukup imbang di paruh kedua tapi tetap tidak cukup mengingat defisit skor yang lumayan dari paruh pertama.

 

Sekali lagi terlihat Team Liquid yang selalu dibilang punya masalah tekanan mental ketika mencapai di titik seperti ini dengan awalnya sangat alot di Dust II dan memang sulit bermain sebagai CT disini yang ternyata dimanfaatkan Astralis. Menjadi T, Astralis benar-benar tidak terbendung untuk menutup game 16-10 untun menuntaskan match ini.

 

Sah sudah Astralis sebagai tim terkuat di dunia sepanjang tahun 2018 dengan menang super gemilang di ESL Pro League Season 8 dan mengantongi Intel Grand Slam Season 1 dimana hanya FaZe Clan yang sempat hampir dapat tapi malah semakin jauh belakangan ini.

Juara di negara sendiri Astralis buktikan bahwa kutukan gagal di rumah sendiri tidak terbukti dan bahkan kali ini membawa impact sangat besar dan lagi-lagi membuat Team Liquid yang memang langganan juara 2 kebanyakan gara-gara Astralis. Pada EPL musim lalu pun secara kebetulan kedua tim juga yang bercokol di grand final dan bahkan berakhir dengan skor yang sama juga.

 

Astralis masih tersisa satu turnamen lagi tahun ini yaitu BLAST Pro Series Lisbon 2018 yang berlangsung minggu depan tapi apapun hasilnya, tim Denmark ini telah mendapat hadiah natal terbaik dan menutup tahun dengan senyum besar. 



Comment:

Anda harus login untuk mengirim komentar